Agus B Sutopo dari PT Katama Suryabumi, pemegang paten konstruksi ramah gempa Sarang Laba-Laba mengatakan, konstruksi di daerah gempa harus telah teruji terhadap gerakan horisontal dan vertikal. Bicara masalah gempa berarti bicara mengenai bangunan.
Agus mengatakan, seperti peristiwa gempa Aceh pada 26 Desember 2004 lalu, bangunan yang menggunakan konstruksi sarang laba-laba masih kokoh berdiri sampai saat ini. Beberapa bangunan itu diantaranya Gedung Taspen, Gedung Jiwasraya, gedung SMK 3, gedung Dinas Perhubungan, RSUD Simeulue, Dinas Kesehatan Simeulue, dan kantor Bappeda Simeulue. Setelah bencana itu, kini bangunan yang menggunakan konstruksi karya anak bangsa itu diantaranya Stadion Olahraga Simeulue, Kantor Kejati NAD, Labkesda Banda Aceh, dan lain-lainnya.
Konstruksi Sarang Laba-Laba juga telah teruji gempa di Padang, Sumatra Barat, pada 2009. Beberapa diantaranya meliputi kantor DPRD, Dinas SDA, Kantor TVRI, Basko Mall Padang, sejumlah fakultas dan masjid di Universitas Negeri Padang, Universitas Bung Hatta, Rusunawa Andalas, Hotel Sijunjung, dan Hotel Kharisma (Bukit Tinggi).
Filosofi konstruksi sarang laba-laba, jelas Agus B Sutopo, merupakan konstruksi pondasi dangkal yang kaku, kokoh, menyeluruh tetapi ekonomis dan ramah gempa.
"Konstruksi ini dirancang untuk mampu mengikuti arah gempa baik horisontal maupun vertikal karena menggunakan media tanah sebagai bagian dari struktur pondasi," jelas Agus kepada Kompas.com di Jakarta, Senin (18/11/2013).
Sebelumnya, pada seminar bertajuk mitigasi bencana diselenggarakan Universitas Nasional Jakarta (UNJ), Kamis (14/11/2013) lalu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif meminta kepada daerah di wilayah gempa untuk meningkatkan pengawasan bangunan. Menurut dia, bicara masalah gempa berarti bicara mengenai bangunan.
Syamsul mengatakan, sejauh ini justru bangunan sekolah di daerah gempa yang menggunakan konstruksi tahan gempa. Selain dapat memberikan perlindungan bagi penghuninya, bangunan ini juga dapat dipakai sebagai tempat evakuasi saat terjadi bencana.
Ia berharap, Pemda secara berkala harus memberikan edukasi tidak hanya ke masyarakat, tetapi juga kepada siswa sekolah mengenai mitigasi yang kerap terjadi di daerahnya. Di Jepang, kebijakan mitigasi bencana sangat ketat bahkan untuk mendirikan bagunan baru prosedurnya sangat ketat dan harus dipatuhi.
Konstruksi tahan gempa
Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, banyak Pemda di kawasan rawan bencana masih lemah dalam membuat peraturan (Perda) mengenai mitigasi bencana. Aturan tersebut termasuk soal implementasi tata ruang berbasis gempa, dalam upaya mengendalikan izin dan pengawasan bangunan tahan gempa. Sutopo mengatakan, masih banyak rumah dan bangunan di Indonesia yang belum sesuai konstruksi tahan gempa padahal terletak di lokasi rawan bencana.
"Memang, ada kendala karena biayanya lebih mahal untuk membangun konstruksi tahan gempa, tetapi seharusnya hal tersebut bukan persoalan apabila melihat bangunan rumah tahan gempa sebagai investasi," kata Sutopo kepada Antara.
Tak heran, lanjut Sutopo, seringkali ditemui setiap kali terjadi gempa selalu muncul banyak korban.
"Ini juga terkait dengan sosial budaya masyarakat di daerah bencana," jelasnya.
Ia mengakui, sampai saat ini banyak masyarakat masih mengadopsi konstruksi biasa atau standar pada hunian mereka di kawasan rawan gempa.
Sementara itu,ahli gempa dari Universitas Osaka Jepang, Yasushi Sanada, membenarkan adanya prosedur yang sangat ketat. Hal itu dilakukan karena pemerintah Jepang sangat perhatian terhadap keselamatan penghuninya di negara yang kerap dilanda bencana.
source: ( http://properti.kompas.com/read/2013/11/18/1855072/.Sarang.Laba-laba.Konstruksi.Ramah.Gempa)
Showing posts with label arsitektur lingkungan. Show all posts
Showing posts with label arsitektur lingkungan. Show all posts
Sunday, February 15, 2015
Eko Arsitektur
Ekologi arsitektur adalah keselarasan antara bangunan dengan alam sekitarnya, mulai dari Atmosfer, biosfer, Lithosfer serta komunitas. Unsur-unsur ini berjalan harmonis menghasilkan kenyaman, kemanan, keindahan serta ketertarikan. Eko arsitektur telah lama diterapkan di Eropa, Amerika dan Asia tentunya, dimulai dengan perencanaan resort, villa, lodge, dan taman yang bertujuan sebagai tempat peristirahatan, rekreasi, camping ground,atau lainnya, sementara nilai – nilai ekologi adalah kewajiban yang dibawa ke dalamnya. Namun, setelah semakain banyak timbulnya bencana, nilai-nilai ekologi diterapkan kembali sebagai suatu prioritas.
Eko berasal dari kata ekologi yang artinya adalah lingkungan (lingkungan yang terpelihara mulai dari Atmosfer, Biosfer, dan Lithosper), sedangkan Arsitektur adalah, suatu bentuk atau masa, atau juga tata ruang yang terencana secara fungsional yang direncanakan oleh arsitek serta disiplin ilmu lain yang terlibat di dalamnya, maka Eko Arisitektur adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan tidak hanya bentuk masa bangunan, material, tata ruang ataupun nilai kearifan lokal yang ada, namun juga kepedulian kita sendiri terhadap bangunan tersebut, bagaimana kita mengartikan fungsi dari pada bangunan tersebut,bagaimana kita mengelolanya, dan bagaimana kita merawatnya.
Eko Arsitektur berfungsi sebagai sarana edukasi serta analisis untuk mewujudkan fasilitas fisik berwawasan lingkungan, dengan dilakukannya perencanaan secara Eko Arsitektur, maka akan terwujudkan keselarasan antara fasilitas fisik dengan Lingkungan.
Tujuan Bangunan yang berwawasan Lingkungan
Bangunan yang berwawasan lingkugan adalah bangunan yang peka terhadap lingkungan tempatnya didirikan. Tujuannya adalah memberikan pendidikan dan contoh bahwa bangunan itu didirikan dengan pertimbangan yang berpihak kepada lingkungan. Berikut beberapa tujuan prioritas dalam mendirikan bangunan yang berwawasan ekologi:
- Sebagai contoh atau panutan bagi masyarakat umum bahwa betapa pentingnya studi lingkungan sebelum mendirikan bangunan
- Memberikan arahan pada masyarakat tentang bentuk bangunan yang sesuai dengan lingkungan serta budaya sekitar
- Memberikan contoh bagaimana perletakan tapak bangunan tanpa menimbulkan pengaruh yang negatif terhadap lingkungan
- Mengikutsertakan masyarakat dalam proses pembangunan, sehingga masyarakat dapat belajar, dan terciptanya peningkatan ekonomi lokal
- Memberikan contoh yang benar akan pengelolaan serta perawatan bangunan ekologi, baik itu fisik bangunannya, pengelolaan limbahnya, pengelolaan sumber kebutuhan serta energi sehari-hari, pengelolaan vegetasinya, dan yang terpenting adalah perilaku manusianya
- memberikan kontribusi terhadap lingkungan sekitar untuk merawat sumber material lokal,dan mengajak masyrakat untuk dapat memahami cara merawat, menggunakan serta mamanfaatkan sumber material lokal
source: (http://mynameisdhju.tumblr.com/post/34439334788/definisi-ekologi-arsitektur-dan-pengaruh-ekologi)
Thursday, January 15, 2015
Pengaruh Arsitektur terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar
Pengaruh
Arsitektur terhadap
masyarakat dan lingkungan sekitar
Konstruksi bangunan dan
pengoperasian memiliki dampak langsung dan tidak langsung yang luas pada
lingkungan. Bangunan menggunakan sumber daya seperti energi, air dan bahan
baku, menghasilkan limbah (penghuni, konstruksi dan pembongkaran) dan
memancarkan emisi atmosfer yang berpotensi membahayakan. pemilik Bangunan,
perancang dan pembangun menghadapi tantangan yang unik untuk memenuhi kebutuhan
untuk fasilitas baru dan direnovasi yang dapat diakses, aman, sehat, dan
produktif sambil meminimalkan dampak terhadap lingkungan.
Membuat bangunan
berkelanjutan dimulai dengan pemilihan lokasi yang tepat, termasuk pertimbangan
penggunaan kembali atau rehabilitasi bangunan yang ada. Lokasi, orientasi, dan
lansekap sebuah bangunan mempengaruhi ekosistem lokal, metode transportasi, dan
penggunaan energi. Memasukkan prinsip-prinsip pertumbuhan Smart dalam proses
pembangunan proyek, apakah itu sebuah gedung, kampus atau pangkalan militer.
Penempatan untuk keamanan fisik merupakan isu penting dalam mengoptimalkan
desain situs, termasuk lokasi jalan akses, parkir, hambatan kendaraan, dan
lampu perimeter. Apakah merancang sebuah bangunan baru atau retrofitting sebuah
bangunan yang ada, desain situs harus mengintegrasikan dengan desain yang
berkelanjutan untuk mencapai suatu proyek yang sukses.
Hal-hal yang menjadi perhatian lingkup
dalam pekerjaan arsitektur adalah:
* Gunakan Optimalkan Energi
Dengan pasokan Amerika
bahan bakar fosil berkurang, kekhawatiran untuk kemerdekaan energi dan
meningkatkan keamanan, dan dampak dari perubahan iklim global yang timbul,
adalah penting untuk mencari cara untuk mengurangi beban, meningkatkan
efisiensi, dan memanfaatkan sumber daya energi terbarukan di fasilitas federal.
* Melindungi dan Menghemat Air
Di banyak negara, air
bersih merupakan sumber semakin langka. Sebuah bangunan yang berkelanjutan
harus mengurangi, kontrol, dan / atau mengobati limpasan situs, penggunaan air
secara efisien, dan penggunaan kembali atau daur ulang air untuk digunakan di
tempat, jika memungkinkan.
* Lebih baik Gunakan Produk
Lingkungan
Sebuah bangunan yang
berkelanjutan adalah dibuat dari bahan yang meminimalkan dampak siklus
kehidupan lingkungan seperti pemanasan global, penipisan sumber daya, dan
toksisitas manusia. Lingkungan bahan disukai memiliki efek mengurangi terhadap
kesehatan manusia dan lingkungan dan berkontribusi untuk meningkatkan
keselamatan pekerja dan kesehatan, kewajiban mengurangi, biaya pembuangan
dikurangi, dan pencapaian tujuan lingkungan.
* Meningkatkan Kualitas Lingkungan Indoor
(IEQ)
Kualitas lingkungan indoor
(IEQ) dari sebuah bangunan memiliki dampak signifikan pada kesehatan penghuni,
kenyamanan, dan produktivitas. Di antara atribut lain, sebuah bangunan yang
berkelanjutan memaksimalkan pencahayaan; memiliki ventilasi yang tepat dan
kontrol kelembaban, dan menghindari penggunaan bahan-bahan dengan emisi tinggi
VOC. Selain itu, pertimbangkan ventilasi dan penyaringan untuk mengurangi
kimia, biologi, dan serangan radiologi.
* Operasional dan Pemeliharaan
Praktek Optimalkan
Mengingat operasi bangunan
dan isu pemeliharaan selama tahap desain awal fasilitas akan memberikan
kontribusi untuk lingkungan kerja yang baik, produktivitas yang lebih tinggi,
energi dan biaya sumber daya, dan mencegah kegagalan sistem. Mendorong bangunan
operator dan personil perawatan untuk berpartisipasi dalam tahap desain dan
pengembangan untuk menjamin operasi yang optimal dan pemeliharaan gedung.
Desainer dapat menentukan bahan dan sistem yang mempermudah dan mengurangi
kebutuhan perawatan; membutuhkan air lebih sedikit, energi, dan bahan kimia
beracun dan pembersih untuk menjaga, dan biaya-efektif dan mengurangi biaya
hidup-siklus. Selain itu, fasilitas desain untuk menyertakan meter untuk
melacak kemajuan inisiatif keberlanjutan, termasuk penurunan penggunaan energi
dan air dan limbah, dalam fasilitas tersebut dan di situs.
Kembali ke atas Terkait Isu
Membangun ketahanan adalah
kemampuan bangunan untuk terus berfungsi dan beroperasi di bawah kondisi
ekstrim, seperti (tetapi tidak terbatas pada) suhu ekstrim, kenaikan permukaan
laut, bencana alam, dll Seperti lingkungan binaan menghadapi efek yang akan
datang dari perubahan iklim global , pemilik bangunan, desainer, dan pembangun
dapat merancang fasilitas untuk ketahanan bangunan mengoptimalkan.
Membangun beradaptasi adalah kapasitas
bangunan yang akan digunakan untuk menggunakan beberapa dan dalam berbagai cara
sepanjang umur bangunan. Sebagai contoh, merancang sebuah bangunan dengan
dinding bergerak / partisi memungkinkan user yang berbeda untuk mengubah ruang.
Selain itu, menggunakan desain yang berkelanjutan memungkinkan untuk membangun
untuk beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda dan kondisi.
kesimpulan :
Dalam mendesain atau
membangun suatu projek, seorang arsitek diwajibkan mampu menganalisa suatu
kondisi yang sedang terjadi dalam proyek yang sedang dilaksanakannya. Perlunya
mempertimbangkan keadaan alam yang semakin hari semakin terbatas dalam segi
lahan dan aspek sosial serta pertimbangan terhadap pengaruh lingkungan menjadi
perhatian utama sang arsitek untuk mencari solusi dari semua keadaan untuk
mencapai hasil desain yang dapat diterima dari berbagai pihak tanpa mengurangi
resiko desain terhadap bangunan lingkup sekitarnya.
Sumber :
http://www.wbdg.org/design/sustainable.php
Subscribe to:
Posts (Atom)