Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Thursday, June 12, 2014

Fenomena Pedofilia


Maraknya kasus pedofil di Indonesia akhir akhir ini membuat para orang tua resah. Seperti contoh kasus yang terjadi pada sekolah ternama Jakarta International School (JIS) yang telah banyak memakan korban yang masih bersekolah di Taman Kanak-Kanak.
Pedofilia didefinisikan sebagai gangguan kejiwaan pada orang dewasa atau remaja yang telah mulai dewasa biasanya ditandai dengan suatu kepentingan seksual primer atau eksklusif pada anak yang lebih muda. Atau lebih sederhananya adalah kelainan jiwa pada seseorang, melakukan pelecehan kepada anak-anak/orang yang lebih muda darinya.
Faktor yang dapat membuat seseorang menjadi pedofil adanya faktor intern dan ekstern. Faktor Intern berasal dari jiwa dan pikiran yang memang terganggu karena ada hasrat untuk menyukai anak yang dibawah umurnya. Faktor eksternal berasal dari lingkungannya. Seperti contoh kasus Andri Sobari alias Emon.
Kasus Andri Sobari alias Emon, yang telah memakan banyak korban ini berlatar belakangkan karena adanya balas dendam dan rasa trauma yang ia alami dahulu. Menurut psikolog forensik yang memeriksa Emon, Emon mengaku bahwa dahulu ia juga pernah menjadi korban pelcehan seksual.
Dengan banyaknya kasus pedofil ini tentu kita harus ada upaya dan penanganan agar kasus ini tidak terulang lagi. Mengadakan sosialisasi dan seminar kepada orang tua dan memberikan pengertian kepada anak anak merupakan  salah satu cara upaya untuk menanggulanginya. Sedangkan untuk pelaku pedofil perlu mengikuti rehabilitasi dan meditasi.

Monday, March 31, 2014

Kembalikan Indonesiaku ke Indonesia

Negara Indonesia sekarang ini sudah mencapai tahap pemikiran yang modern. Dengan adanya fenomena modernisasi dan globalisasi,tentu Indonesia telah banyak terbantu dalam bidang teknologi komunikasi dan informasi. Namun, tidak semua pengaruh modernisasi membawa pengaruh baik. Beberapa budaya di Indonesia tanpa kita sadari menghilang satu per satu.  Salah satunya yang berpengatuh besar adalah budaya tata krama di Indonesia.

 Mungkin tanpa kita sadari dan rasakan, banyak sekali perubahan dalam tata karma di Indonesia. Padahal, Indonesia terkenal sekali dengan tata karma yang kental. Contohnya bertegur sapa saat bertemu di jalan, memberikan senyum, atau bergotong royong. Mungkin di daerah daerah masih bisa kita temukan, namun jarang akan kita temukan di daerah perkotaan.

 Pola pikir individualism yang datang dari modernisasi sangat berpengaruh pada kebudayaan Indonesia. Pada fenomena modernisasi, individualism sangat kuat. Dimana orang orang tidak perlu memikirkan yang lain tetapi hanya memikirkan dirinya sendiri. Bahkan dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, semakin memperkuat individualism.

 Dengan adanya barang canggih, teknologi canggih, kita tidak perlu susah mencari apa yang kita mau. Dengan kata lain, kita akan hanya berteman dengan barang barang canggih tersebut tanpa harus bersosialisai dengan orang sekeliling kita. Mau apa saja, kita tinggal minta dengan barang canggih tersebut. Maka dengan mudahnya kita dapat apa yang kita mau.

 Memang, tidak ada jalan untuk kita menghindari dari fenomena ini. Dengan begitu, mau tidak mau kita harus mengalaminya. Namun, jika kita dapat memilah dan memilih mana yang baik dan tidak pada fenomena ini, kita tidak akan terbawa arus indiviualisme. Dengan kata lain, kita bisa menyelamatkan tata krama Indonesia.