Showing posts with label arsitektur korea. Show all posts
Showing posts with label arsitektur korea. Show all posts

Sunday, April 10, 2016

SONGDO CENTRAL PARK & FASILITASNYA



Songdo Central Park adalah sebuah lahan terbuka hijau yang berada di Distrik Songdo, Incheon, Korea Selatan. Taman ini terinspirasi dari Central Park yang berada di New York.  Dengan luas sekitar 41 hektar, taman ini mengisi 10% dari luasnya kawasan Songdo.

Taman ini selesai dibangun setelah 3 tahun konstruksi dengan menghabiskan dana sebesar 200 milyar KRW atau $163.7 juta. Terbilang cukup mahal, namun taman ini sukses mengkombinasikan antara teknolohi eco-frindly serta keindahan tradisional dari Korea. Konsep dari Songdo Central Park adalah mengikuti bentuk kontur di Korea, seperti kanal air laut melambangkan sungai yang ada di Korea mengalir ke laut barat. Dan sebagai tempat yang eco-friendly, taman ini memiliki penampungan air hujan yang digunakan sebagai kebutuhan air, dan tempat parkir yang berada dibawah tanah untuk meminimalisir polusi karbon.



Fasilitas yang ada di dalam Songdo Central Park antara lain aquarium, golf course, taman anak anak, dan sistem kanal yang mirip seperti di Venice. Di kanal airmya, terdapat beberapa transportasi seperti kanal cruise ship dan water taxi. Selain itu terdapat jogging track serta bicycle track sebagai sarana olahraga bagi warag sekitar Songdo. Terdapat pula beberapa gazebo yange menggunakan konstruksi kayu khas tradisional korea, yang merupakan menunjukan bahwa taman ini tetap memperlihatkan ciri khas dari korea.


Thursday, January 15, 2015

Arsitektur Korea


Arsitektur Korea merujuk pada lingkungan binaan Korea dari sekitar 30,000 SM sampai sekarang. Sejarah perkembangan arsitektur di Korea dapat dibagi menjadi sembilan masa.
Arsitektur awal di Korea disebut Arsitektur Kuno yang berkembang pada zaman neolitikum sampai sekitar abad ketujuh. Contoh bangunan yang ada bernama Prehistoric Pit House di zaman barang tembikar Jeulmun. Pada zaman ini rumah hanya memiliki ruang yang sangat mendasar yaitu tempat perapian, tempat penyimpanan barang berupa lubang, dan tempat untuk bekerja dan tidur. Pada masa ini telah banyak ditemukan arsitektur berupa pagoda seperti gambar di bawah ini bernama Pagoda Silia.

(Prehistoric Pit House)



Gaya arsitektur kedua bernama United Silia yang berkembang pada abad 7 sampai abad 10. Pada masa ini pemerintahan Korea benar-benar mengalami perubahan yang sangat penting. United silia menyerap semua budaya dari Dinasti Tang di Cina dan pada saat yang bersamaan Korea mengubahnya menjadi budaya yang sesuai dengan kepribadian mereka. Saat itu merupakan periode waktu yang sangat bagus untuk berkembangnya seni budaya pada bidang arsitektur dan seni. Sebuah istana kerajaan ditandai dengan adanya sebuah danau atau telaga buatan yang disebut Annap dengan terdapat batu yang berfungsi sebagai dinding pembatas dari bangunan itu sendiri. Desain bangunan kerajaan sangatlah elegan dan indah. Contoh bangunan pada zaman ini ialah Iro dang.
(iro dang)


   Yang ketiga ialah arsitektur Goryeo yang berkembang pada abad 10 sampai abad 14. Pada masa ini kebanyakan arsitekturnya terilhami dari Buddha. Dan hasilnya anatar lain adalah kuil Buddha dan Pagoda Korea. Kebanyakan hasil arsitektur pada zaman ini terbuat dari bahan kayu.

(Pagoda Korea)

   Yang keempat adalah arsitektur Joseon yang berkembang pada abad 14 sampai abad 19. Zaman ini merupakan langkah baru berkembangnya doktrin Neo-Confuciasim. Doktrin ini yang membuat lahirnya paradigma arsitektur baru. Jaesil atau aula pengenang nenek moyang menjadi banyak ditemukan di desa-desa dimana keluarga masing-masing berusaha menyediakan fasilitas terbaik untuk acara pemujaan di ruangan tersebut. Jongryo atau kuil pemujaan banyak ditemukan di bangunan pemerintahan untuk kegiatan penghormatan atau devosi leluhur. Contoh bangunan pada zaman ini ialah Changdeokgung yang merupakan bangunan kerajaan. Bangunan ini juga digunakan sebagai setting dalam film Dae Jang Geum pada tahun 2000.



Arsitektur bernama “ Arsitektur Pendudukan Jepang “ berkembang di Korea pada tahun 1910 sampai 1945. Pada masa inilah terjadi perubahan gaya arsitektur ke arah negeri Jepang yang kemudian bernama Arsitektur Jepang. Pada masa ini banyak orang Korea yang menolak untuk membangun rumah dengan gaya tradisional Korea. Contoh bangunan yang ada ialah desa Jeonju Hanok. Dilihat sekilas rumah pada zaman ini mirip dengan rumah gaya Jepang. Pada zaman ini Jepang benar-benar menguasai Korea dalam sektor budaya. Banyak orang yang lebih senang menanam bonsai daripada tanaman lain, Jepang banyak mendirikan sekolah sehingga banyak pula sekolah Korea yang ditutup karenanya, dan banyak arsitek Korea yang kemudian lebih banyak mendesain bangunan dengan gaya Jepang daripada rumah gaya Korea sendiri. Pada masa ini Jepang benar-benar mempengaruhi Korea sedemikian rupa sehingga Korea tertutup dengan perkembangan arsitektur dari dunia khususnya Eropa selama kurang lebih 55 tahun. Jadi Korea tidak pernah mengalami masa-masa arsitektur gaya art nouveau, art deco, Bauhaus, atau gaya modern lain sampai pada masa sesudah perang (Periode pasca perang di mana terdapat gaya arsitektur Amerika) sehingga sekarang telah ada gedung pencakar langit dan apartemen.





(source: http://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur_Korea)